TENTANG EKOSISTEM, Pengertian Ekosistem, Jenis-Jenis Ekosistem, Komponen Ekosistem, dan Satuan Ekosistem
EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
Dalam setiap pernyataan suatu kejadian menurut system biologi dan ekologi, organisme adalah kumpulan molekul-molekul yang saling memengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup.
Berdasarkan cara terbentuknya, ekosistem dibedakan menjadi 3 jenis. Yakni, ekosistem alami, ekosistem buatan, dan ekosistem suksesi. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alami atau tanpa campur tangan manusia. Contohnya : ekosistem padang rumput, ekosistem gurun, dan ekosistem hutan hujan tropis. Sedang ekosistem buatan adalah ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan atau keperluan lainnya. Dan ekosistem Suksesi adalah ekosistem hasil suksesi lingkungan yang didahului oleh kerusakan, misalnya ekosistem baru yang terbentuk setelah terjadinya gunung meletus, tsunami, kebakaran hutan, atau penggundulan hutan.
A. KOMPONEN EKOSISTEM
1. Komponen Biotik
Berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem, organisme anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Produsen
Produsen merupakan organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri. Karena itu produsen disebut juga organisme autotrof. Yang termasuk autotrof adalah semua makhluk hidup yang dapat mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Zat organik inilah yang kemudian menjadi makanan makhluk hidup tersebut.
Organisme autotrof dibedakan dua berdasarkan caranya menghasilkan makanan, yaitu:
1) Fotoautotrof, yaitu makhluk hidup yang menghasilkan makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Proses fotosintesis hanya dapat berjalan bila ada klorofil (pigmen warna hijau) dan cahaya matahari. Dalam proses fotosintesis, zat anorganik berupa air dan karbon dioksida diubah menjadi zat organik berupa karbohidrat. (zat pati/amilum) dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Proses ini juga menghasilkan produk sampingan berupa oksigen yang sangat penting untuk pernafasan makhluk hidup.
cahaya matahari
6H2O + 6CO2 C6H12O6 + 6O2
klorofil
Organisme autotrof tidak hanya tumbuhan, melainkan juga ganggang biru, alga, dan beberapa bakteri.
2) Kemoautotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mengubah senyawa kimia (metana dan sulfur) menjadi zat anorganik melalui proses kemosintesis. Hanya bakteri yang memiliki kemampuan ini. Proses kemosintesis tidak membutuhkan cahaya matahari, sehingga mereka dapat hidup di dasar laut yang gelap maupun di dalam kawah gunung berapi. Bakteri kemoautotrof sangat penting terutama bagi tumbuhan karena mereka bisa mengikat nitrogen dari tanah dan udara, contohnya bakteri Nitrosomonas dan Nitrococcus.
b. Konsumen
Konsumen yang berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri (heterotrof) tetapi menggunakan zat makanan yang dibuat oleh organisme lain. Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora. Oleh karena itu, herbivora sering disebut konsumen tingkat pertama. Karnivora yang mendapatkan makanan dengan memangsa herbivora disebut konsumen tingkat kedua. Karnivora yang memangsa konsumen tingkat kedua disebut konsumen tingkat ketiga dan seterusnya.
c. Dekomposer atau pengurai
Dekomposer adalah jasad renik yang berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Dengan adanya organisme pengurai, organisme akan terurai dan meresap ke dalam tanah menjadi unsur hara yang kemudian diserap oleh tumbuhan (produsen). Selain itu aktivitas pengurai juga akan menghasilkan gas karbon dioksida yang akan dipakai dalam proses fotositesis. Contoh hewan yang termasuk decomposer adalah bakteri dan jamur. Detrivora berbeda dengan decomposer, sebab detrivora hanya memecahkan zat organik dari sisa-sisa jasad makhluk hidup menjadi zat organik yang lebih kecil lagi. Hewan ini seperti cacing tanah, siput, lipan, dan teripang.
Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu
1. Aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
2. Anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
3. Fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu
2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merupakan komponen tak hidup dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik sangat menentukan jenis makhluk hidup yang menghuni suatu lingkungan. Komponen abiotik banyak ragamnya, antara lain: tanah, air, udara, suhu, dan lain-lain.
a. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Suhu optimum makhluk hidup adalah 0-40OC. Di atas atau di bawah suhu itu, makhluk hidup umumnya tidak bisa hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.
b. Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfoto-sintesis.
c. Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.
d. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.
e. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.
f. Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebab-kan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.
g. Tingkat Keasaman
Tingkat keasaman (pH) adalah derajat keasaman tanah dan air. pH netral adalah 7, bila pH di bawah 7 maka dikatakan asam, sebaliknya pH di atas 7 maka dikatakan basa. pH sangat mempengaruhi reaksi kimia suatu zat, sehingga mempengaruhi proses metabolisme makhluk hidup. Tanah gambut/rawa biasanya bersifat asam, sedangkan tanah kapur bersifat basa. Makhluk hidup memiliki toleransi pH berbeda-beda, namun umumnya makhluk lebih menyukai lingkungan dengan pH netral.
B. SATUAN-SATUAN EKOSISTEM
Ekosistem terdiri atas satuan-satuan ekosistem yang saling berinteraksi.
1. Individu
Kata individu berasal dari bahasa latin individum yang berarti tidak dapat dibagi. Dalam ekologi, individu berarti satu oeganisme. Misalnya seekor monyet dan seekor nyamuk.
2. Populasi
Populasi merupakan sejumlah individu sejenis yang menetap di suatu daerah pada waktu tertentu. Suatu organisme dapat disebut sejenis apabila menempati daerah yang sama, dapat menghasilkan keturunan fertile, dan mempunyai persamaan anatomi, morfoligi dan fisiologi.
Populasi organisme dalam suatu ekosistem senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Populasi organism dapat bertambah bila ada yang datang dari daerah lain (imigrasi) dan lahir (natalitas). Sebaliknya, populasi dapat berkurang bila ada yang pindah ke daerah lain (emigrasi) dan mati (mortalitas).
3. Komunitas
Komunitas merupakan seluruh populasi yang hidup bersama dalam suatu daerah. Populasi rumput, serangga, harimau, dan kijang dalam suatu daerah padang rumput membentuk suatu komunitas.
4. Ekosistem
Di habitat suatu komunitas, terdapat benda tak hidup seperti tanah, air, udara dan matahari. Anggota komunitas akan berinteraksi dengan benda tak hidup untuk membentuk ekositem. Ada dua bentuk ekosistem, yaitu akosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami merupakan ekosistem yang terbentuk secara alami (tanpa campur tangan manusia). Contoh ekosistem alami adalah sungai, danau, hutan hujan tropis, gurun dan laut. Ekosisten buatan merupakan ekosistem yang terbentuk sebagai hasil kerja manusia. Contoh ekosistem buatan adalah waduk, sawah, akuarium, kolam dan hutan wisata.
5. Habitat
Habitat merupakan tempat hidup yang biasa ditempati oleh makhluk hidup.
6. BIOSFER
Biosfer merupakan kumpulan ekosistem yang terdapat di bumi.
C. KETERGANTUNGAN
1. Antar Komponen Biotik
Pada sebuah ekosistem akan selalu ditemukan produsen, konsumen dan pengurai. Komponen-komponen tersebut mempunyai peranan yang berbeda. Tetapi dalam melaksanakan peranannya, komponen tersebut saling tergantung satu sama lain secara langsung maupun tidak langsung. Jika digambarkan, interaksi antar komponen biotic akan membentuk jaring-jaring ekologi. Jaring-jaring ekologi dapat berupa rantai makanan, jaring-jaring makanan, jaring-jaring kehidupan, piramida makanan, dan aliran energi.
a. Rantai makanan
Proses perpindahan energy melalui proses makan dan dimakan yang membentuk rangkaian tertentu disebut rantai makanan.
Contoh : tumbuhan dimakan kelinci, kelinci dimakan ular, dan ular dimakan elang.
b. Jaring-jaring makanan
Di alam jarang dijumpai organisme yang hanya memakan satu jenis oranisme lain. Jarang sekali karnivora hanya memakan satu jenis herbivora dan herbivora juga jarang memakan satu jenis tumbuhan. Dengan kata lain, di dalam ekosistem terdapat banyak rantai makanan yang saling terkait atau berhubungan yang akan membentuk jaring-jaring makanan. Jadi, jaring-jaring makanan adalah sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan membentuk semacam jaring.
c. Jaring-jaring kehidupan
Di alam yang sangat luas ini, ternyata jaring-jaring makanan satu dengan jaring-jaring makanan yang laian saling terkait dan akhirnya terbentuklah jaring-jaring kehidupan.
d. Piramida makanan
Piramida makanan merupakan gambaran piramida yang menunjukkan perbandingan makanan antara produsen, konsumen I, konsumen II sampai dengan konsumen puncak. Di dalam piramida makanan, produsen selalu menempati dasar piramida. Konsumen puncak (karnivora besar) seperti singa dan elang selalu menempati puncak piramida.
e. Aliran energy
Cahaya matahari adalah sumber energy. Tumbuhan hijau mampu mengubah energy cahaya menjadi energy kimia berupa karbohidrat. Apabila tumbuhan hijau dimakan oleh herbivora, maka zat makanan yang terdapat di dalam tumbuhan hijau berpindah ke dalam tubuh herbivora. Begitu seterusnya sampai konsumen terakhir. Di dalam tubuh hewan, energy tersebut akan diubah menjadi energy panas, gerak, pernapasan dan sebagian tersimpan di dalam zat penyusun tubuh hewan. Jadi, perpindahan energy tidak dapat 100% efisien. Kaena sebagian energy akan terbunag melalui proses respirasi, gerak, panas dan ekskresi.
2. Antar komponen biotik dan abiotic
Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti:
a. Siklus karbon
b. Siklus air
c. Siklus nitrogen
d. Siklus sulfur
D. TIPE-TIPE EKOSISTEM
Secara umum ada tiga tipe ekosistem, yaitu ekositem air, ekosisten darat, dan ekosistem buatan.
1. Akuatik (air)
Ekosistem sungai
a. Ekosistem air tawar.
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
b. Ekosistem air laut.
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.
c. Ekosistem estuari.
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.
d. Ekosistem pantai.
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.
e. Ekosistem sungai.
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.
f. Ekosistem terumbu karang.
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora. Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.
g. Ekosistem laut dalam.
Kedalamannya lebih dari 6.000 m. Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.
h. Ekosistem lamun.
Lamun atau seagrass adalah satu satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuh tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. Seperti hal¬nya rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak. Berbeda dengan tumbuh tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan meng-hasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat zat hara. Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
2. Terestrial (darat)
Ekosistem hutan hujan tropis memiliki produktivitas tinggi.
Ekosistem taiga merupakan hutan pinus dengan ciri iklim musim dingin yang panjang.
Ekosistem tundra didominasi oleh vegetasi perdu.
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.
a. Hutan hujan tropis.
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C. Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
b. Sabana.
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim. Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika; namun di Australia juga terdapat sabana yang luas. Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan hyena.
c. Padang rumput.
Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.
d. Gurun.
Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, ular, kadal, katak, kalajengking, dan beberapa hewan nokturnal lain.
e. Hutan gugur.
Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki empat musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak).
f. Taiga
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
g. Tundra
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
h. Karst (batu gamping /gua).
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.
3. Buatan
Sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan adalah :
• Bendungan
• Hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
• Agroekosistem berupa sawah tadah hujan
• Sawah irigasi
• Perkebunan sawit
• Ekosistem pemukiman seperti kota dan desa
• Ekosistem ruang angkasa.
Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi yang banyak. Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar, serta memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas.
Ekosistem ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luar. Semua ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi.
C. POLA INTERAKSI
Pada hakikatnya setiap organisme akan senatiasa bergantung pada organisme lain yang ada di sekitarnya. Pola interaksi organisme melibatkan dua atau lebih organisme. Jenis, sifat dan tingkah laku organisme di bumi sangat beraneka ragam. Karena itu, pola interaksi antarorganisme juga beragam. Berikut ini akan dibahas berbagai pola interaksi antarorganisme.
1. Netralisme
Netralisme merupakan hubungan yang tidak saling mempengaruhi, meskipun organisme-organisme hidup pada habitat yang sama. Contohnya kambing dan kodok di suatu habitat sawah. Kambing makan rumput di siang hari. Kodok makan serangga di malan hari.
2. Kompetisi
Kompetisi merupakan bentuk interaksi antarindivisu sejenis atau antarpopulasi di mana individu atau populasi tersebut berdaing mendapatkan sarana untuk tumbuh dan berkembang. Kompetisi terjadi bila kedua individu mempunyai kebutuhan yang sama, sedangkan lingkungan tidak menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Persaingan dapat terjadi di antara sesame jenis (intraspesific spesies) atau antara jenis yang berbeda (interspesific spesies). Sarana pertumbuhan yang sering menjadi pembatas dan menyebabhan persaingan adalah air, nutrisi, cahaya dan ruang. Contohnya persaingan antara belalang dengan ulat, kambing dengan kelinci, lebah local dengan lebah afrika dan ikan mujair dengan ikan lele dumbo.
3. Predasi
Predasi merupakan interaksi antara pemangsa dan mangsa. Pemangsa (predator) adalah hewan yang memangsa atau memakan. Mangsa (prey) adalah hewan yang dimangsa atau dimakan. Di alam, predasi dapat menjaga keseimbangan alam karena dapat menekan populasi organisme tertentu, misalnya antara tikus dengan ular, kijang dengan harimau dan zebra dengan singa.
4. Parasitisme
Parasitisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis dimana salah satu pihak mendapat keuntungan sedangkan pihak lain mendapat kerugian. Pihak yang diuntungkan disebut parasit. Pihak yang dirugikan disebut inang. Contohnya adalah benalu dan tali putri yang hidup sebagai parasit pada ranting pohon, berbagai jenis cacing dan bakteri yang hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia.
5. Mutualisme
Interaksi ini saling menguntungkan kedua belah pihak. Pasangan organisme ini disebut inang dan simbion. Misalnya tanaman dengan hewan penyerbuk, burung jalak dengan kerbau dan manusia dengan bakteri usus.
6. Komensalisme
Interaksi ini hanya menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak dirugikan maupun diuntingkan. Misalnya ikan remora dengan ikan hiu, ikan putzerlip dengan hewan karang dan tumbuhan epifit.
7. Amensalisme
Amensalisme atau antibiosis adalah interaksi organisme dimana salah satu antarorganisme menghambat pertumbuhan organisme lain. Misalnya beberapa jenis fungi menghasilkan zat antiotik yang dapat menghambat dan membunuh mikroorganisme lain.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://blog-hasanahumi21.blogspot.com/2015/08/bab-1-ekosistem-materi-ipa-smk-kelas-xii.html
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem
3. https://analysiscloud.wordpress.com/ipa-1/ekosistem/
4. http://www.academia.edu/11077326/peranan_organisme_dalam_ekosistem
5. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Makhluk_hidup
6. http://googleweblight.com/i?u:http://rickysetiawan96.blogspot.com/2014/07/pengertian-dan-jenis-jenisekosistem.html?m%3D1&hl:id:ID
Tentang Penulis
Widiawati Kholifa. Sapaan akrabnya adalah Widia. Lahir Bojonegoro, 28 Mei 2001. Hobinya banyak banget. Mulai dari: Menulis: cerpen, puisi, esai, blogger dll; Membaca: cerpen, novel, buku islami, hingga status medsos orang lain; Menari: dance, tradisional; Menyanyi: nyinden, jazz, dangdut; ngomongin orang lain, dan hobi-hobi yang lain. Apalagi cita-citanya, mulai dari jadi guru, pengusaha ornament rumah, desainer baju batik, penulis hebat sampai punya jadi model. Hadehhhhh…..
Motivasi Widia adalah “Apapun keinginanmu maka rencanakanlah mulai dari sekarang, kerjakanlah apa yang bisa kamu kerjakan sekarang, dan jangan bertanya apa yang bisa saya kerjakan sekarang. Karena orang yang tidak mempunyai rencana untuk satu detik dari kehidupannya, berarti dia telah merencanakan kegagalandalamhidunya.
Ingin hati memeluk gunung apalah daya tangan tak sampai, ingin hati bercerita panjang apadaya waktu tak mengizinkan. Sampai jumpa lain hari ya .
Follow akun saya di.
FB: Widiawati Kholifa
Ig: widiawati_kholifa
Email: kholifa.widiawati@gmail.com
Wa:08998457605
Komentar
Posting Komentar