Tugas Mengelola Data Menjadi Informasi di Tempat Kerja
Nama : Widiawati Kholifa
Kelas : XII Administrasi Perkantoran
Mapel : Mengelola Data Menjadi Informasi di Tempat Kerja
Tugas : Merangkum dan Menjadi Guru 1 Hari
Menurut saya, data adalah hal apapaun yang menjadi dasar sebuah informasi yang belum sepenuhnya dapat dijadikan informasi bagi pembaca, atau pendengar. Mengelola data menjadi informasi maksudnya adalah kegiatan mencari, menemukan, memproses, menganalisis, menggandakan, menyampaikan hingga mengarsipkan sebuah data dan disajikan dalam bentuk informasi atau pesan yang sangat sistematis dan enak dibaca atau didengar oleh orang yang membutuhkan.
Contoh yang dapat saya jadikan pacuan adalah kinerja wartawan. Wartawan akan mencari data atau warta-warta terbaru dari sumber data manapun. Pencarian data wartawan biasanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan kuisioner tidaklah cocok untuk wartawan karena harus mempersiapkan daftar kuisioner terlebih dahulu. Sedangkan wartawan bekerja dan menyajikan berita itu dalam waktu yang relative singkat. Biasanya metode kuisioner lebih cocok digunakan untuk jenis pencarian data Penelitian.
Menurut pengelolaannya, data dibedakan menjadi dua yakni data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung oleh si pencari data di lapangan. Inilah yang biasa dilakukan oleh wartawan dalam pencarian data primer. Melakukan wawancara dan observasi secara langsung di lapangan. Sedang, data sekunder adalah data yang didapatkan oleh si pencari data melalui literature, internet, buku-buka yang dapat memberikan sebuah informasi. Dapat diartikan bahwa data sekunder itu adalah data dari data yang telah menjadi informasi. Biasanya data sekunder ini sangat diperlukan oleh penelitian dalam landasan teorinya. Juga biasanya digunakan oleh penulis artikel, majalah, laporan dll.
Menurut sifatnya, data dibedakan menjadi dua; yakni data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang memuat rumus dan angka-angka dalam pemrosesannya. Biasanya sifat data kuantitatigf ini digunakan untuk proses penelitian yang menggunakan metode penelitian angket/kuisioner. Sedangkan data kualitatif adalah sifat data yang berisi tentang deskripsi suatu kejadian. Biasanya data kualitatif berhubungan dengan wartawan. Intinya data kuantitatif=angka, data kualitatif=kata-kata. Kuantitatif=hipotesis, kualitatif=pertanyaan wawancara.
Pengumpulan data. Pengumpulan data adalah proses pencarian dan pengumpulan data baik dari lapangan atau dari literature yang dibutuhkan. Pengumpulan data tak terlepas dari metode pengumpulan data di lapangan yang akan digunakan. Menentukan metode pengembilan data di lapangan juga harus memperhatikan jenis data apa yang diinginkan oleh si peneliti. Ada empat metode pengumpulan data, yakni: melalui kuisioner/angket, observasi atau pengamatan, interview atau wawancara, dan dokumentasi atau gambar.
Metode pengumpulan data melalui kuisioner/angket adalah cara pengumpulan data dengan memberikan sebuah pertanyaan yang dapat memberikan sebuah data dari sampel yang diberikan. Metode ini dinilai cukup efektif untuk responden dalam jumlah besar, selain itu keuntungan menggunakan angket ini adalah tidak memerlukan waktu yang lama, mudah engisiannya, tidak memerlukan hadirnya peneliti, mudah pengisiannya, lebih mudah pengolahanya. Namun, angket juga memiliki kelemahan diantaranya: responden tidak teliti, jawaban responden terkadang seadanya, pilihan jawaban tidak mencakup apa yang ada di dalam hati responden dll. Ada sekitar 5 macam bentuk angket. Diantaranya yakni angket terbuka dan angket tertutup. Angket terbuka adalah jenis angket yang pertanyaannya sudah ditentukan oleh peneliti, dapat berbentuk “ya”, “tidak”, atau pilihan jawaban yang lain dimana respondek tidak dapat mengisi jawaban lain menurut keinginan sendiri. Angket terbuka, yaitu anget yag di dalam daftar pertanyaan tidak diberi pilihan jawaban, sehingga responden lebih leluasa dalam menjawap pertanyaan yang diajukan oleh peneliti kepada responden sesuai dengan kenyataan yang ada. Sehingga responden lebih leluasa menjawabnya.
Pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan adalah metode pengumpulan data dengan mendengarkan, melihat, memperhatikan secara detail obyek penelitian/ sumber data dicatat, direkam, diringkas dalam catatan . Observasi terdiri dari 3 jenis, salah satunya adalah observasi langsung, adalah proses pengamatan yang dilakukan dengan melihat secara nyata di lapangan data-data yang dibutuhkan dan tidak menggunakan alat bantu lainnya. Observasi cocok digunakan untuk seluruh jenis data (kualitatif dan kuantitatif). Karena metode ini tidak membutuhkan peralatan dan perlengkapan yang terlalu banyak. Dengan observasi dapat diperoleh data, gejala, atau kejadian ynag sebenarnya dan langsung. Namun ada juga kelemahan dari metode ini yakni banyak hal yang tidak dapat diungkap dalam metode ini, observasi banyak terganting pada faktor yang tidak terkontrol.
Metode penelitian interview/wawancara, merupakan proses pengambilan data dengan cara Tanya jawab kepada responden dengan menggunakan alat dan perlengkpan yang dibutuhkan. Biasanya dilakukan dengan bertatap muka, namun seiring berkembangnya tekhnologi wawancara juga dapat dilakukan melalui sambungan telephon, ataupun pesan singkat. Ada tiga jenis wawancara. Salah satunya adalah wawancara terstruktur, yakni kegiatan wawancara yang dimana si penanya telah mempersiapka semua bahan dan perlengkapan guna mendapatkan informasi dari responden lengkap dengan pertanyaan yang akan diajukan. Biasanya metode wawancara ini lebih cocok untuk menggali data yang bersifat kualitatif. Ada beberapa keuntungna jika menggunakan metode ini yakni diantaranya:dapat memperoleh sedalam-dalamnya informasi sesuai dengan apa yang kita inginkan, peneliti akan dapat dengan cepat memperoleh informasi, responden lebihleluasa memberikan data dll. Sedangkan kelemahan dari metode ini diantaranya adalah: jawaban verbal diragukan validitasnya, belum ada system baku untuk pencatatan dan pengolahan, memakan banyak waktu, tenaga, dan biaya.
Pengumpulan data melalui dokumentasi adalah cara untuk pengambilan data dengan mempoter atau memvidio sebuah benda, prasarti, keterangan, atau media lainnya. Dokumentasi ini cocok digunakan untuk seluruh jenis data. Selebihnya saya belum paham soal ini.
Pengelolaan data secara sederhana terdiri dari 3 kegiatan yakni input, process, dan output. Input adalah proses dimana si peneliti harus mencari data-data yang diperlukan yakni proses penelitian itu sendiri. Termasuk kegiatan input : pencatatan dan pencarian data. Sedangkan proses adalah kegiatan memproses data yang diperoleh dari input dengan berbagai perlengkapan dan peralatan yang ada, khususnya komputer. Termasuk kegiatan proses: klasifikasi, penyusunan, klasifikasi, penyusunan, perhitungan, dan pengolahan. Sedangkat output adalah hasil pengolahan data tersebut dan menjadi informasi yang dapat membantu dan bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan informasi tersebut. Termasuk output: penggandaan, pencetakan, penyimpanan, dan pendistribusian. Dalam hal output ada banyak peralatan ynag dapat digunakan sebagai alat pengganda yakni diantaranya: mesin fotokopi, printer, stensil machine, risograph, offset, duplicator type set, scanner, mesin ketik dll.
Karya kita adalah karya bangsa. Menulislah…..karna jejakmu akan tertinggal dalam tulisanmu.
Kelas : XII Administrasi Perkantoran
Mapel : Mengelola Data Menjadi Informasi di Tempat Kerja
Tugas : Merangkum dan Menjadi Guru 1 Hari
Menurut saya, data adalah hal apapaun yang menjadi dasar sebuah informasi yang belum sepenuhnya dapat dijadikan informasi bagi pembaca, atau pendengar. Mengelola data menjadi informasi maksudnya adalah kegiatan mencari, menemukan, memproses, menganalisis, menggandakan, menyampaikan hingga mengarsipkan sebuah data dan disajikan dalam bentuk informasi atau pesan yang sangat sistematis dan enak dibaca atau didengar oleh orang yang membutuhkan.
Contoh yang dapat saya jadikan pacuan adalah kinerja wartawan. Wartawan akan mencari data atau warta-warta terbaru dari sumber data manapun. Pencarian data wartawan biasanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan kuisioner tidaklah cocok untuk wartawan karena harus mempersiapkan daftar kuisioner terlebih dahulu. Sedangkan wartawan bekerja dan menyajikan berita itu dalam waktu yang relative singkat. Biasanya metode kuisioner lebih cocok digunakan untuk jenis pencarian data Penelitian.
Menurut pengelolaannya, data dibedakan menjadi dua yakni data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung oleh si pencari data di lapangan. Inilah yang biasa dilakukan oleh wartawan dalam pencarian data primer. Melakukan wawancara dan observasi secara langsung di lapangan. Sedang, data sekunder adalah data yang didapatkan oleh si pencari data melalui literature, internet, buku-buka yang dapat memberikan sebuah informasi. Dapat diartikan bahwa data sekunder itu adalah data dari data yang telah menjadi informasi. Biasanya data sekunder ini sangat diperlukan oleh penelitian dalam landasan teorinya. Juga biasanya digunakan oleh penulis artikel, majalah, laporan dll.
Menurut sifatnya, data dibedakan menjadi dua; yakni data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang memuat rumus dan angka-angka dalam pemrosesannya. Biasanya sifat data kuantitatigf ini digunakan untuk proses penelitian yang menggunakan metode penelitian angket/kuisioner. Sedangkan data kualitatif adalah sifat data yang berisi tentang deskripsi suatu kejadian. Biasanya data kualitatif berhubungan dengan wartawan. Intinya data kuantitatif=angka, data kualitatif=kata-kata. Kuantitatif=hipotesis, kualitatif=pertanyaan wawancara.
Pengumpulan data. Pengumpulan data adalah proses pencarian dan pengumpulan data baik dari lapangan atau dari literature yang dibutuhkan. Pengumpulan data tak terlepas dari metode pengumpulan data di lapangan yang akan digunakan. Menentukan metode pengembilan data di lapangan juga harus memperhatikan jenis data apa yang diinginkan oleh si peneliti. Ada empat metode pengumpulan data, yakni: melalui kuisioner/angket, observasi atau pengamatan, interview atau wawancara, dan dokumentasi atau gambar.
Metode pengumpulan data melalui kuisioner/angket adalah cara pengumpulan data dengan memberikan sebuah pertanyaan yang dapat memberikan sebuah data dari sampel yang diberikan. Metode ini dinilai cukup efektif untuk responden dalam jumlah besar, selain itu keuntungan menggunakan angket ini adalah tidak memerlukan waktu yang lama, mudah engisiannya, tidak memerlukan hadirnya peneliti, mudah pengisiannya, lebih mudah pengolahanya. Namun, angket juga memiliki kelemahan diantaranya: responden tidak teliti, jawaban responden terkadang seadanya, pilihan jawaban tidak mencakup apa yang ada di dalam hati responden dll. Ada sekitar 5 macam bentuk angket. Diantaranya yakni angket terbuka dan angket tertutup. Angket terbuka adalah jenis angket yang pertanyaannya sudah ditentukan oleh peneliti, dapat berbentuk “ya”, “tidak”, atau pilihan jawaban yang lain dimana respondek tidak dapat mengisi jawaban lain menurut keinginan sendiri. Angket terbuka, yaitu anget yag di dalam daftar pertanyaan tidak diberi pilihan jawaban, sehingga responden lebih leluasa dalam menjawap pertanyaan yang diajukan oleh peneliti kepada responden sesuai dengan kenyataan yang ada. Sehingga responden lebih leluasa menjawabnya.
Pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan adalah metode pengumpulan data dengan mendengarkan, melihat, memperhatikan secara detail obyek penelitian/ sumber data dicatat, direkam, diringkas dalam catatan . Observasi terdiri dari 3 jenis, salah satunya adalah observasi langsung, adalah proses pengamatan yang dilakukan dengan melihat secara nyata di lapangan data-data yang dibutuhkan dan tidak menggunakan alat bantu lainnya. Observasi cocok digunakan untuk seluruh jenis data (kualitatif dan kuantitatif). Karena metode ini tidak membutuhkan peralatan dan perlengkapan yang terlalu banyak. Dengan observasi dapat diperoleh data, gejala, atau kejadian ynag sebenarnya dan langsung. Namun ada juga kelemahan dari metode ini yakni banyak hal yang tidak dapat diungkap dalam metode ini, observasi banyak terganting pada faktor yang tidak terkontrol.
Metode penelitian interview/wawancara, merupakan proses pengambilan data dengan cara Tanya jawab kepada responden dengan menggunakan alat dan perlengkpan yang dibutuhkan. Biasanya dilakukan dengan bertatap muka, namun seiring berkembangnya tekhnologi wawancara juga dapat dilakukan melalui sambungan telephon, ataupun pesan singkat. Ada tiga jenis wawancara. Salah satunya adalah wawancara terstruktur, yakni kegiatan wawancara yang dimana si penanya telah mempersiapka semua bahan dan perlengkapan guna mendapatkan informasi dari responden lengkap dengan pertanyaan yang akan diajukan. Biasanya metode wawancara ini lebih cocok untuk menggali data yang bersifat kualitatif. Ada beberapa keuntungna jika menggunakan metode ini yakni diantaranya:dapat memperoleh sedalam-dalamnya informasi sesuai dengan apa yang kita inginkan, peneliti akan dapat dengan cepat memperoleh informasi, responden lebihleluasa memberikan data dll. Sedangkan kelemahan dari metode ini diantaranya adalah: jawaban verbal diragukan validitasnya, belum ada system baku untuk pencatatan dan pengolahan, memakan banyak waktu, tenaga, dan biaya.
Pengumpulan data melalui dokumentasi adalah cara untuk pengambilan data dengan mempoter atau memvidio sebuah benda, prasarti, keterangan, atau media lainnya. Dokumentasi ini cocok digunakan untuk seluruh jenis data. Selebihnya saya belum paham soal ini.
Pengelolaan data secara sederhana terdiri dari 3 kegiatan yakni input, process, dan output. Input adalah proses dimana si peneliti harus mencari data-data yang diperlukan yakni proses penelitian itu sendiri. Termasuk kegiatan input : pencatatan dan pencarian data. Sedangkan proses adalah kegiatan memproses data yang diperoleh dari input dengan berbagai perlengkapan dan peralatan yang ada, khususnya komputer. Termasuk kegiatan proses: klasifikasi, penyusunan, klasifikasi, penyusunan, perhitungan, dan pengolahan. Sedangkat output adalah hasil pengolahan data tersebut dan menjadi informasi yang dapat membantu dan bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan informasi tersebut. Termasuk output: penggandaan, pencetakan, penyimpanan, dan pendistribusian. Dalam hal output ada banyak peralatan ynag dapat digunakan sebagai alat pengganda yakni diantaranya: mesin fotokopi, printer, stensil machine, risograph, offset, duplicator type set, scanner, mesin ketik dll.
Karya kita adalah karya bangsa. Menulislah…..karna jejakmu akan tertinggal dalam tulisanmu.
Komentar
Posting Komentar